Tips

7 TIPS PENDAKIAN ALA @HAIFIFI_

Perjalanan selalu memikat hati, bagi siapapun yang melakukannya. Kita dibuatnya belajar untuk memahami apa saja yang kita temui, tentang langkah, tentang pengorbanan, tentang usaha, tentang cinta, tentang kisah fana yang harus diabadikan dalam bentuk foto ataupun tulisan. Salah satu perjalanan yang saya sukai adalah mendaki gunung. Kata beberapa orang, mendaki gunung itu “kaya pacaran tapi disakitin dan masih bisa bilang rindu… Sakit sih, tapi sayang.” Haha, kok sedih yaa. Dari beberapa pendakian yang sudah terlewati, ada hal yang terpacu dalam diri “keinginan untuk terus melangkah”. Lelahnya, sakitnya, lutut mau copot, badan seperti digebukin orang sekampung, tapi minta balik lagi. Ada yang merasa gitu juga ga? Terlepas dari rasa sakit dan lelah yang pasti kita rasakan nantinya, mencapai puncak bukan tujuan utama, nikmati setiap momen perjalanannya, susah, sedih, senengnya dan bisa pulang dengan selamat.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mendaki gunung

  1. Perencanaan pendakian

Nah bagi karyawan seperti saya ini, liburan menjadi momen langka. Semuanya sudah harus terplaning, harus request cuti jauh-jauh hari agar di acc. Pemilihan lokasi pendakian, jumlah pendaki, dan jangka waktu akan mempengaruhi perbekalan dan peralatan yang harus disiapkan.

  1. Mempersiapkan fisik dan mental

Sebelum melakukan pendakian, ada baiknya olahraga secara rutin. Yang biasa saya lakukan adalah lari. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih otot kaki agar tidak kaget, mengingat trek yang harus dilewati tidak mudah. Pastikan juga kondisi tubuh fit, dengan istirahat yang cukup.

  1. Memilih partner mendaki

Mendaki bersama seorang atau rombongan tidak selalu menjamin pendakian yang kita lakukan akan berakhir dengan lancar, aman dan menyenangkan. Demi menghindari hal-hal buruk, rasanya kita perlu selektif dalam memilih partner pendakian. Bukan berarti tidak mau berteman dengan semua orang, diskriminatif, pilih-pilih teman dan lain sebagainya. Apalagi untuk seorang wanita, pastikan partner pendakianmu orang yang sudah kamu percaya, mampu bekerja sama dengan baik, punya pengalaman mendaki, dan punya tujuan yang sama.

  1. Mempelajari rute dan medan

Pastikan salah satu partner pendakianmu benar-benar telah menguasai rute yang harus dilalui. Atau bisa juga mencari informasi pendakian yang ada di forum atau blog pendaki. Riset ini sekaligus untuk mengetahui akses transportasi. Tujuannya untuk menghitung estimasi jadwal perjalanan mulai berangkat sampai pulang lagi ke rumah. Untuk mencari informasi apakah ada sumber air, agar bisa memperkirakan volume air yang harus dibawa dari bawah.

  1. Perlengkapan

Perlengkapan yang dibawa biasanya disesuaikan dengan lokasi, rute, jangka waktu, jumlah pendaki dan kondisi cuaca. Namun ada beberapa peralatan yang sangat wajib untuk dibawa, carrier, sepatu trekking, jaket, jas hujan, matras, sleeping bag, baju ganti, alat penerang, obat-obatan. Untuk barang-barang lainnya menyesuaikan kebutuhan pribadi. Untuk peralatan yang digunakan rombongan sebaiknya dibagi rata ke tiap anggota, seperti tenda, alat masak, logistik. Kondisi dan kekuatan fisik menentukan siapa yang membawa barang lebih berat dan yang lebih ringan. Sebelum barang-barang bawaan dimasukkan ke dalam carrier masukkan dulu ke dalam kantong plastik, berfungsi sebagai lapisan anti air. lebih efektif pisahkan kantong barang sesuai golongannya, agar lebih terorganize.

  1. Logistik

Perlu diingat bahwa lama perjalanan yang dibutuhkan dan jumlah partner pendakian mempengaruhi berapa banyak logistik yang akan kita bawa. Bawalah makanan yang ringan, ringkas namun cukup mengandung kalori. Juga bahan makanan yang mudah dan cepat dimasak. Pastikan juga partner pendakian tidak ada yang alergi atau ada pantangan terhadap makanan yang dibawa. Usahakan memasak yang irit air dan hindari makanan yang susah diolah untuk menghemat bahan bakar.

  1. Menjaga alam

Selain bertanggung jawab atas keselamatan tim, kita juga bertanggung jawab terhadap lingkungan. Dua masalah besar selain perusakan dijalur pendakian adalah sampah dan vandalisme. Semoga plakat-plakat bertuliskan bawa turun sampah dan stop vandalisme tidak hanya jadi pajangan di pos pendakian. Tapi simbol pengingat, pembuka mata hati orang-orang yang mendaki, bahwa meninggalkan sampah diatas gunung itu adalah tindakan amoral.

Jangan malu untuk belajar dan berdiskusi bersama rombongan sebelum melakukan pendakian. Ukur kemampuan diri, karena hanya kalian sendiri yang tahu kapan harus melanjutkan langkah, kapan harus istirahat dan kapan harus berhenti. Jangan terlalu memaksakan, jangan ragu untuk kembali pulang jika perlu. Jaga interaksi, tata krama selama pendakian karena setiap gunung punya “aturan tak tertulis” yang harus kita pahami dan taati. Kalau kata Fiersa Besari “kita takkan selamanya ada di puncak gunung. Setiap yang naik harus turun. Setiap yang pergi harus berpulang. ”

TEKS/FOTO OLEH @HAIFIFI_

#EXPLOREINDONESIATEAM

LEST EXPLORE-SHARE-INPIRED

About FIFI PRADITA

No Comments Found

Leave a Reply