Destinasi Explore Jawa Timur

CIRI KHAS GUNUNG KELUD MEMPUNYAI DAYA TARIK TERSENDIRI

KEDIRI

Gunung Kelud (dalam bahasa Belanda disebut Klut, Cloot, Kloet, atau Kloete) adalah sebuah gunung berapi di Provinsi Jawa Timur, Indonesia, yang tergolong aktif. Gunung ini berada di perbatasan antara Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang, kira-kira 27 km sebelah timur pusat Kota Kediri. Kekhasan gunung api ini adalah adanya danau kawah, yang dalam kondisi letusan dapat menghasilkan aliran lahar letusan dalam jumlah besar, dan membahayakan penduduk sekitarnya. Puncak-puncak yang ada sekarang merupakan sisa dari letusan besar masa lalu yang meruntuhkan bagian puncak purba. Dinding di sisi barat daya runtuh terbuka sehingga kompleks kawah membuka ke arah itu. Puncak Kelud adalah yang tertinggi, berposisi di timur laut kawah. Puncak-puncak lainnya adalah Puncak Gajah mungkur di sisi barat dan Puncak Sumbing di sisi selatan.

Sejak abad ke-15, Gunung Kelud telah memakan korban lebih dari 15.000 jiwa. Letusan gunung ini pada tahun 1586 merenggut korban lebih dari 10.000 jiwa. Sebuah sistem untuk mengalihkan aliran lahar telah dibuat secara ekstensif pada tahun 1926 dan masih berfungsi hingga kini setelah letusan pada tahun 1919 memakan korban hingga ribuan jiwa akibat banjir lahar dingin menyapu pemukiman penduduk.

Pada abad ke-20, Gunung Kelud tercatat meletus pada tahun 1901, 1919 (1 Mei[5]), 1951 (31 Agustus), 1966 (26 April), dan 1990 (10 Februari-13 Maret). Pola ini membawa para ahli gunung api pada siklus 15 tahunan bagi letusan gunung ini. Memasuki abad ke-21, gunung ini erupsi pada tahun 2007 dan 13-14 Februari 2014. Perubahan frekuensi ini terjadi akibat terbentuknya sumbat lava di mulut kawah gunung.

AKSES

 Ada 2 jalur yang bisa diakses

– Jalur Pendakian. Sekitar 1 jam 13 menit dari kota Kediri melewati Kecamatan Wates, dari tiket masuk anda akan disuguhi jalan yang berkelok-kelok dan rimbunan pepohonan dan beberapa ruas jalan yang sedikit sempit dan menanjak hingga sampailah berada di tempat parkiran yang sudah dipenuhi oleh penjual makanan dan oleh-oleh, disini bisa menyewa ojek untuk bisa mendekati bibir kawah lalu berjalan kaki menuju ke arah kawah, untuk sampai ke lokasi anak Gunung Kelud anda akan melewati terowongan yang panjangnya sekitar 150 m. Di dalam terowongan sudah di pasang lampu agar para wisatawan bisa dengan leluasa berjalan kaki.

– Jalur Pendakian. Jalur pendakian ini terbilang sedikit rimbun, basecamp bisa dimulai dari pos pendakian tetapi untuk sampai menuju pintu hutan bisa menyewa jasa ojek karena membutuhkan waktu sejam untuk menuju ke pintu hutan, jalur di hutan pinus sangat jelas dengan adanya petunjuk arah dan butuh 30 menit untuk tiba di pos 1, jalur mulai sedikit menanjak dan membutuhkan sekitar 30 menit hingga tiba di pos 2, di jalur menanjak area hutan akan sedikit terbuka hingga di sebelah kanan bisa tampak deretan pegunungan PUTRI TIDUR (BUTHAK KAWI PANDERMAN), disini dipenuhi vegetasi alang-alang yang cukup menutupi jalan setapak hingga sampai di pos 3. Pendakian dilanjutkan menyusuri ilalang tinggi dan menaiki bukit-bukit yang cukup melelahkan hingga sampai mendekati batas vegetasi, jalur mulai terbuka dan menampakkan sebuah area luas yang terdiri atas batuan-batuan kecil, sesampainya di persimpangan untuk menuju ke puncak menuju ke jalur kiri sedangkan untuk menuju ke bibir kawah menuju ke jalur kanan, hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk menuju ke puncak Gunung Kelud. Menuju ke bibir kawah akan sedikit menguras tenaga karena selain jalan yang berpasir serta harus melipir ke kaki tebing sebelah kanan, setelah itu tinggal ikuti petunjuk yang mengarah kiri lalu disini terlihat jelas pemandangan kawah Gunung Kelud.

AKOMODASI

– Jalur wisata (tiket masuk Rp 5.000,- ojek Rp 15.000,-)

 

 

 

 

 

Teks / Foto Oleh Explore Indonesia Team

@MALAMBERCUMBUPAGI

Rosivan Artio About Rosivan Artio
Contributor @ExploreIndonesia I Co. founder @IndonesiaRoamers

No Comments Found

Leave a Reply