Desa Adat Bawomataluo Situs Warisan Budaya Dunia Di Atas Bukit Matahari


0
18 shares

Desa Bawomataluo

Bawomataluo adalah sebuah desa di kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Desa ini terdiri dari Sembilan Dusun dan desa ini Berada pada ketinggian di atas 324 m dari permukaan laut. Desa Bawomataluo terkenal sebagai desa budaya dan budaya yang terkenal di desa ini adalah tradisi “Lompat Batu”, Bawomataluo adalah bahasa Nias yang berarti bukit matahari. Sebuah desa di atas bukit yang telah ada sejak berabad-abad lalu dan masih terpelihara dengan baik. Desa ini Menjadi ibu kota desa-desa adat yang tersebar di Pulau Nias.

Kampung bukit matahari terletak di atas sebuah bukit dengan ketinggian 270 meter di atas permukaan laut. Konon para leluhur orang Nias memilih tinggal di atas bukit untuk bersembunyi dari serangan musuh. Mengingat latar belakang masyarakat Nias yang sering berperang guna memperluas serta mempertahankan teritorial kampung mereka. Pemilihan di atas bukit dirasa sangat tepat karena musuh pasti sulit menjangkaunya.

Penyambutan Tamu dengan Tari Perang
Tak hanya tenar dengan adat lompat batu. Satu lagi atraksi budaya yang bisa kita nikmati di Desa Bawomataluo adalah Tari Fataele atau tari perang. Tarian ini siap menyambut kedatangan tamu kehormatan yang singgah.

Tari perang diperagakan oleh lebih dari 50 pria, baik tua maupun muda. Mereka menggunakan pakaian tradisi berwarna hitam dan kuning, pakaian dari ijuk serta kulit pohon, aksesori berbentuk penutup kepala, tanduk kerbau yang ditancapkan di hidung, serta persenjataan lengkap seperti tombak, tameng, belati dan pedang bernama pedang Tologu. Mereka terbagi dalam dua grup yang sama-sama bertemu. Lalu saling mendekat seakan tengah bertarung, dengan maju-mundur selaras serta lari-lari kecil.

Lompat batu adalah salah satu tradisi yang berasal dari Pulau Nias, Sumatera Utara. Tradisi Lompat Batu ini biasanya dilakukan para pemuda dengan cara melompati tumpukan batu setinggi 2 meter dan setebal 40 cm, dulu tradisi ini untuk mematangkan pemuda untuk berperang akan tetapi saat ini untuk menunjukan bahwa mereka sudah pantas untuk dianggap dewasa secara fisik. Tradisi Lompat Batu merupakan salah satu tradisi yang cukup terkenal di Pulau Nias.

Makna  dan Fungsi Tradisi Lompat Batu

Tradisi Lompat Batu ini dulunya di gunakan untuk melompati pagar bambu runcing musuh, agar bisa membuka pintu ketika berperang, untuk waktu saat ini difungsikan sebagai salah satu media para pemuda untuk menunjukan bahwa mereka sudah dewasa secara fisik. tradisi ini menjadi perantara atau media untuk menguji ketangkasan dan kejantanan para pemuda. Bagi masyarakat di sana, tradisi ini bisa dimaknai sebagai proses pendewasaan para lelaki untuk membentuk karakter yang kuat dan tangkas dalam menjalani kehidupan.

Selain itu, apabila seorang pemuda mampu melakukannya dengan sempurna, maka akan menjadi suatu kebanggaan bagi dia dan keluarganya. Karena tidak semua para pemuda bisa melakukan hal tersebut secara langsung dan harus membutuhkan latihan yang keras dan waktu yang cukup lama untuk melakukannya. Untuk melakukan lompat batu ini dibutuhkan kemampuan khusus karena sangat beresiko tinggi, sehingga tidak jarang mereka yang berhasil akan merayakannya dengan syukuran adat.


Like it? Share with your friends!

0
18 shares

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals