Destinasi Explore Jawa Timur

LUMAJANG MENJADI DESTINASI NOMER SATU DI JAWA TIMUR BAGI TRAVELER LUAR NEGRI

LUMAJANG

Lumajang kota ini dikenal dengan kota “Pisang Raja” , tak hanya itu kota ini juga penghasil pertanian terbaik berupa buah salak dan teh serta kopinya yang khas, Bertepatan dengan lereng Gunung Semeru menjadikan Lumajang patut di perhitungkan dalam sektor destinasi wisatanya. Mulai dari perkebunan, Air terjun, Perbukitan sampai lembah – lembah yang membentang luas di seluruh dataran Lumajang.

Kota Lumajang adalah surga nya air terjun, ada beberapa air terjun yang bisa di katakan itu sebagai unreal waterfalls! Loh why? Yaps karena begitu sangat indahnya di anggap sebagai tidak nyata atau fana. Untuk menuju lumajang arah Pronojiwo tidaklah mudah melewati kelok – kelok yang bertubi – tubi ,tapi jangan khawatir akses jalannya sudah sangat bagus, untuk ke Pronojiwo kita akan melewati jalur yang merupakan merupakan satu jalan bagi para truk pasir untuk memuat dan mengirim pasir dari lahar dingin Semeru, jalanan berkelok dan sedikit menanjak banyak turun nya ini menjadi tantangan tersendiri. Jadi harus lebih berhati – hati Satu hal lagi yang membuat mata terpana bak indah nya senyumanmu yang membuat hati terpesona, tempat air terjun ini saling berdekatan loh. Kok bisa? Percaya saja sama Tuhan, dia lah maha segala mendekatkan. Dari satu titik tempat ke tempat lain hanya berjarak 2-5 km. Bayangkan kalau dalam satu hari atau dua hari berkunjung kesana, pasti dapat banyak tempat, apalagi semua air terjun nya itu keren-keren.

Pertama kita mulai dari air terjun Kabut Pelangi, salah satu air terjun dengan intensitas airnya begitu besar dan tinggi menjulang. Air terjun ini berada di desa pronojiwo kab. Lumajang, sangat mudah untuk menuju ke tempat ini dikarenakan jalan sudah bagus dan ketika trekking tidak menghabiskan waktu lama dan bervariasi , destinasi terbaik untuk sektor air terjun ada 4 yang paling memukau yaitu air terjun Tumpak Sewu, air terjun Kabut Pelangi, air terjun Kapas Biru , dan air terjun Sriti.

AKSES

Untuk menuju Kawasan Air Terjun terbaik yang dimiliki kota Lumajang ada dua akses yaitu :

  1. Via Probolinggo dilanjut masuk ke Lumajang kota, dari kota Surabaya memerlukan waktu selama 6 jam dengan mobil pribadi ataupun motor.
  2. Via Dampit berjarak 80 km dari pusat kota malang atau bisa di tempuh selama 3 jam 30 menit menggunakan mobil pribadi atau motor.

DESTINASI TERBAIK

 

TUMPAK SEWU

The Magical Jungle From the East begitu semua orang yang sudah melihat kemegahan dari Air Terjun ini, “Tumpak Sewu” atau yang juga kerap disebut “Tebing Nirwana” di Desa Wisata Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Air terjun ini memiliki keunikan yang membuat setiap orang meliHatnya pasti terkesima.

Memiliki karakteristik yang berbeda dengan air terjun pada umumnya berbentuk setengah lingkaran dan di kelilingi hijaunya khas hutan tropis Indonesia. Sumber air terjun in berasal dari satu sungai bisa di lihat dengan adanya aliran yang paling besar, sedangkan aliran yang lebih kecil berasal asli dari sumber, tak hanya itu tebing warna coklat menjadikan air terjun ini tampak sangat unik dan istimewa, Selama perjalanan kita disuguhkan oleh pemandangan kiri kanan berupa kebun buah salak dan kelapa yang menjulang tinggi khas dengan hutan tropis yang ada di Indonesia.

Tumpak Sewu memiliki ketinggian 130 meter, sangat indah dinikmati ketika di sore hari karena akan ada kabut yang menyelimutinya ketika di pagi hari akan ada pelangi berasal dari biasan matahari yang terkena deburan dahsyatnya ari terjun ini.

AKSES

Tumpak Sewu ini memiliki 3 view yang sangat mengagumkan, pertama view panorama dan trekking ke bawah , view panorama ini hanya memerlukan waktu 10 menit saja dari area parkir , dan langsung bisa menikmati kemegahan Tumpak Sewu dari atas.

View kedua bisa dinikmati melalui akses jalur Malang panoramanya tak kalah indah dari view panorama, biasa disibut dengan “Coban Sewu”. Dari view ini kita bisa menikmati Air Terjun dari arah selatan, dan lebih dekat dengan kemegahan air terjun ini.

Dan terakhir view ketiga yaitu menikmati Air Terjun ini dari bawah , memerlukan waktu selama 1 jam untuk trekking ke bawah, usahakan memakai sandal atau sepatu yang anti slip karena medan yang sangat licin dan melewati aliran sungai, selama perjalanan adrenalin kita tertantang dan akan di suguhkan panorama tebing tinggi menjulang selayaknya berada di film Jurrasic Park. Sangat menarik bukan?.

AKOMODASI

  • Tiket masuk Rp 10.000,- rupiah per orang
  • Tiket parkir Rp 10.000,- rupiah untuk mobil dan Rp 5.000,- untuk motor
  • Sudah ada guest house di sekitar Tumpak Sewu dari jalur lumajang per orang Rp 50.000,- rupiah untuk satu malam , dan biaya Rp 15.000,- tambahan untuk menu sekali makan.

AIR TERJUN KABUT PELANGI

Air terjun Kabut Pelangi atau Coban Kabut Pelangi merupakan salah satu air terjun yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Tepatnya berada di perbatasan Desa Pronojiwo dengan Desa Sidomulyo namun objek wisata dijangkau melalui Desa Pronojiwo. Karena lokasinya yang berada persis di kaki Gunung Semeru, sehingga objek wisata alam ini masih berada dalam kawasan Taman Nasional

Bromo Tengger Semeru ( TNBTS ) dan dikelola oleh Perum Perhutani Malang.

Dinamakan Kabut Pelangi karena di lokasi air terjun ini sering terlihat pelangi yang diakibatkan oleh pembiasan air dan cahaya matahari. Belum diketahui ketinggian pasti air terjun ini, namun diperkirakan tingginya sekitar 100 meter dengan debit air yang cukup deras dan sangat deras di musim hujan.

Air Terjun Kabut Pelangi merupakan salah satu dari banyaknya air terjun yang terbentuk ditepian lembah-lembah curam Sungai Glidik di perbatasan Kabupaten Malang – Kabupaten Lumajang. Air Terjun yang terletak di elevasi 500 Mdpl ini berada pada aliran Sungai Ranu, anak Sungai Besukbang yang berhulu di Gunung Semeru. Pemandangan disekitar air terjun sangat indah karena dikelilingi tebing-tebing tinggi berwarna kecoklatan serta rimbunnya pepohonan dan ditambah dengan beberapa air terjun kecil yang menjulang dari tebing – tebing yang tinggi selama perjalanan.

AKSES

Jarak yang harus ditempuh apabila perjalanan dimulai dari kota Surabaya adalah sekitar 166 Km dengan kendaraan pribadi baik motor maupun mobil dengan waktu tempuh sekitar 5 jam. Rute yang dilewati adalah menuju Kota Malang, dan masih dilanjutkan dengan menepuh jarak sekitar 78 Km dari pusat kota menuju Kepanjen-Gondanglegi- Turen – Dampit – Tirtoyudo – Ampelgading – Pronojiwo hingga sampai di Polsek Pronojiwo.

Namun jika perjalanan dimulai dari Lumajang, maka ikuti jalan nasional Lumajang – Malang dengan melewati rute Sumbersuko – Tempeh – Pasirian – Candipuro – Pronojiwo hingga sampai di polsek Pronojiwo. Di dekat Polsek Pronojiwo, terdapat banner Air Terjun Kabut Pelangi. Setelah itu ikuti petunjuk yang ada setelah banner tersebut hingga tiba di sebuah lahan parkir dan pos pintu masuk.

Dari situ perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki atau trekking melewati perkebunan warga dan dilanjutkan dengan menuruni tebing dengan jalan setapak mirip anak tangga. Setelah sampai di lembah, perjalanan masih harus dilanjutkan dengan menyusuri sungai hingga sampai di air terjun Kabut Pelangi. Total jarak yang harus ditempuh dengan berjalan kaki adalah sekitar 1,5 Km dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit untuk sampai di lokasi air terjun.

Perlu diingat bahwa ketika berkunjung ke lokasi ini disaat musim hujan, serta kondisi yang tidak memungkinkan untuk sampai di air terjun Kabut Pelangi, ada baiknya untuk menunda perjalanan demi faktor keselamatan. Karena debit air yang besar dan air sungai yang meluap dikala hujan menjadi sangat berbahaya apabila terdapat air bah yang sewaktu – waktu tiba. Karena terdapat rute yang mengharuskan pengunjung untuk melewati aliran sungai.

AKOMODASI

Biaya yang harus dikeluarkan adalah Rp 5.000,- untuk tiket masuk menuju lokasi air terjun Kabut Pelangi. Tidak ada patokan harga untuk tiket masuk ke lokasi ini, baik itu turis lokal atau macanegara, hari biasa, akhir pekan atau musim liburan.

Walaupun lokasi air terjun ini masih terbilang sangat alami, namun fasilitas yang disediakan untuk para wisatawan cukup lengkap seperti lahan parkir, toilet atau kamar mandi, mushola serta beberapa warung dari warga setempat yang menjajakan berbagai macam makanan dan minuman dengan harga terjangkau.

         perlu diingat bahwa fasilitas pendukung seperti yang telah disebutkan sebelumnya hanya terdapat di lokasi tempat parkir dan pos pintu masuk saja. Sedangkan disepanjang jalur trekking hanya terdapat bangku untuk beristirahat serta beberapa warga yang berjualan makanan dan minuman saja. Dan di lokasi air terjun hanya terdapat sebuah tempat duduk dengan atap untuk berteduh.

AIR TERJUN KAPAS BIRU

Masih satu kawasan dengan Taman Nasional Bromo tengger Semeru               ( TNBTS ), air terjun Kapas Biru atau Coba Kapas Biru merupakan satu dari banyak air terjun yang berada di kaki gunung Semeru, tepatnya berada di Dusun Mulyoharjo, Desa Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Indonesia.

Belum diketahui pasti total ketinggian air terjun ini namun diperkirakan sekitar 100 meter. Air Terjun Kapas Biru ini bertingkat 2 dengan tingkat bawah setinggi 90 meter dan tingkat atas setinggi 10 meter dan diapit tebing yang sumber airnya berasal dari aliran anak Sungai Besukbang/Sungai Lengkong yang berhulu di lereng Gunung Semeru. Air Terjun Kapas biru merupakan salah satu dari banyaknya air terjun yang terbentuk ditepian lembah-lembah curam Sungai Besukbang-Glidik di perbatasan  Kabupaten Malang – Kabupaten Lumajang.

Airnya yang jernih dan debitnya yang cukup deras terlebih saat musim penghujan sangat berbahaya jika berada tepat dibawah guyuran air terjun ini. Air terjun ini dikelilingi oleh tebing – tebing tinggi yang curam dengan warna kecoklatan dan diselimuti oleh tumbuh – tumbuhan serta lumut berwarna hijau.

AKSES

Jika ditempuh dari Kota Surabaya, maka rute yang harus diambil adalah menuju kota Malang. Dari situ perjalanan akan memakan waktu kurang lebih 2-3 jam menggunakan kendaraan pribadi baik motor atau mobil. Melalui rute Malang – Turen – Dampit – Ampelgading – Pronojiwo. Setelah melewati kantor polisi Pronojiwo, tidak jauh dari polsek ada jalan tikungan, lalu akan ada banner di sebelah kanan jalan bertuliskan Air Terjun Kapas Biru.

Sedangkan jika ditempuh dari Lumajang, lokasinya berada sekitar 300 m setelah Lapangan Pronojiwo. Setelah persimpangan ke kiri, nanti akan ada banner di sebelah kiri jalan bertuliskan Air Terjun Kapas Biru. Ikuti petunjuk yang ada di banner tersebut hingga sampai di sebuah lapangan tempat parkir dan tiket masuk menuju lokasi.

Dari situ perjalanan masih harus dilanjutkan dengan berjalan kaki atau trekking menuruni tebing dengan medan yang cukup ekstrim dan curam. Serta ada beberapa tangga vertikal yang harus berhati – hati saat melewatinya. Jarak yang harus ditempuh dengan berjalan kaki kurang lebih sejauh 1 Km dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Sebaiknya bila ingin berkunjung kesini disarankan untuk memakai alas kaki yang tidak licin untuk menghindari terpeleset atau terjatuh.

AKOMODASI

Untuk dapat menikmati objek wisata yang dibuka pada tahun 2015 ini, hanya cukup membayar Rp 7.000,- untuk tiket masuk, Rp 3.000,- untuk parkir kendaraan roda 2 dan Rp 5.000,- untuk parkir kendaraan roda 4. Fasilitas yang disediakan bagi pengunjung sudah cukup lengkap seperti lahan parkir yang cukup luas, warung – warung yang menjajakan makanan dan minuman, mushola, kamar mandi serta ada beberapa rumah warga yang bisa digunakan untuk bermalam. Dan ada tempat pemandian umum berupa kolam yang tak jauh dari lokasi tersebut.

Di beberapa titik rawan jalur trekking menuju air terjun juga sudah diamankan dengan pondasi beton yang kuat dan terdapat toilet dan beberapa pondok untuk beristirahat atau sekedar menikmati pemandangan di sekitar kawasan air terjunnya.

AIR TERJUN SRITI

Dengan satu titik berketinggian total 120 metres (394 ft) , akan tetapi untuk sekarang menjadi 2 aliran karena batu yang berada di ketinggian sebesar rumah sudah terjatuh akibat besarnya lahar dingin gunung Semeru dan merupakan anak sungai Sungai Besukbang Air Terjun Coban Sriti atau Coban Wolu merupakan air terjun yang terletak di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Belum diketahui pasti total ketinggian air terjun ini namun diperkirakan tingginya sekitar 120 meter sehingga menjadi salah satu air terjun tertinggi yang dimiliki Indonesia setelah air terjun Sepiso-piso di Sumatra utara dan air terjun Madakaripura di Probolinggo . Berada di aliran Sungai Besukbang (kadang disebut Sungai Lengkong) membuat debit airnya sangat deras sehingga tidak disarankan untuk mandi di bawah guyuran air terjun ini. Coban Wolu adalah salah satu coban yang berada di kecamatan Pronojiwo. Tepatnya 150 meter di bawah jembatan Pronojiwo yang berada di perbatasan dusun Kalibening, desa Pronojiwo dengan desa Taman Ayu. Air Terjun yang terletak di elevasi 600 Mdpl ini memiliki pemandangan yang indah karena dikelilingi tebing melingkar yang menjulang setinggi 150 meter, hutan yang hijau, dan aliran sungai yang deras.

Air Terjun Coban Sriti belum dimanfaatkan sebagai tempat wisata karena aksesnya yang cukup sulit dan rawan banjir lahar hujan karena Sungai Glidik ini merupakan sungai aliran lahar dari Gunung Semeru, 4 aliran sungai yang membentuk air terjun ini juga menambah kekhawatiran akan datangnya lahar dingin yang tiba tiba datang oleh karena itu waspada sangatlah diperlukan ketika melakukan perjalanan ini. Air Terjun Coban Sriti merupakan salah satu dari banyaknya air terjun yang terbentuk ditepian lembah-lembah curam Sungai Besukbang-Glidik di perbatasan Kabupaten Malang – Kabupaten Lumajang. Dinamakan Coban Sriti karena air terjun ini berada dibawah Gunung Kukusan Sriti dan disebut Coban Wolu karena untuk menjankaunya harus menyebrangi sungai sebanyak delapan kali atau dalam bahasa Jawa disebut Wolu, sepanjang perjalanan kita akan menjumpai ribuan kelelawar dikarenakan ada satu sarang kelelawar di salah satu tebing sebelum pintu masuk utama air terjun ini, tak hanya itu banyaknya biawak yang berkeliaran menjadikan perjalanan ke air terjun ini semakin menantang dan memacu adrenalin.

AKSES

Sejalur dengan air terjun kapas biru , Jika ditempuh dari Kota Surabaya, maka rute yang harus diambil adalah menuju kota Malang. Dari situ perjalanan akan memakan waktu kurang lebih 2-3 jam menggunakan kendaraan pribadi baik motor atau mobil. Melalui rute Malang – Turen – Dampit – Ampelgading – Pronojiwo. Setelah melewati kantor polisi Pronojiwo, tidak jauh dari polsek ada jalan tikungan, lalu akan ada banner di sebelah kanan jalan bertuliskan Air Terjun Kapas Biru.

Sedangkan jika ditempuh dari Lumajang, lokasinya berada sekitar 300 m setelah Lapangan Pronojiwo. Setelah persimpangan ke kiri, nanti akan ada banner di sebelah kiri jalan bertuliskan Air Terjun Kapas Biru. Ikuti petunjuk yang ada di banner tersebut hingga sampai di sebuah lapangan tempat parkir dan tiket masuk menuju lokasi, sebelum melewati jembatan ke Kapas Biru ada jalan kecil ke kanan, dari situ kita bisa menyusuri sungai sepanjang 5 km dengan medan menyebrangi aliran sungai setinggi 1,5 meter serta batuan batuan setinggi 3-5 meter.

AKOMODASI

Untuk dapat menikmati objek wisata ini dibuka pada tahun 2015 ini hanya cukup membayar Rp 7.000,- untuk tiket masuk, Rp 3.000,- untuk parkir kendaraan roda 2 dan Rp 5.000,- untuk parkir kendaraan roda 4. Fasilitas yang disediakan bagi pengunjung sudah cukup lengkap seperti lahan parkir yang cukup luas, warung – warung yang menjajakan makanan dan minuman, mushola, kamar mandi serta ada beberapa rumah warga yang bisa digunakan untuk bermalam. Dan untuk ke air terjun ini di wajibkan memakai jasa guide dengan biaya 150.000 untuk satu rombongan yaitu 5 orang, karena memang sangat berbahaya air terjun ini sehingga di wajibkan memakai jasa guide.

Teks / Foto Oleh Explore Indonesia Team

@ANDYBACHTIAR_

About ANDY BACHTIAR

1 Comment

  • enzu

    juara. sangar. keren, super. superman. idolaaa!!! TT

    Reply

Leave a Reply