tiket
Asian Games 2018 Destinasi

Torch Relay Asian Games 2018 Berlabuh di Kota Seribu Sungai

tiket

Kota Banjarmasin, atau yang sering juga diberi julukan Kota Seribu Sungai akhirnya mendapat kesempatan berharga dalam memeriahkan penyambutan Asian Games 2018. Menjadi 1 dari 42 kota di Indonesia yang disambangi oleh Api Asian Games 2018 merupakan suatu kebanggaan bagi warga kota Banjarmasin.

Sebagai ibukota dari provinsi Kalimantan Selatan yang memiliki luas wilayah sekitar 98 km², Banjarmasin menjadi salah satu kota yang wajib dikunjungi wisatawan yang ingin bepergian ke Kalimantan Selatan. Karena terdapat banyak pilihan objek wisata mulai dari wisata alam, budaya, hingga kuliner khas Kalimantan Selatan ada di Kota Banjarmasin.

Secara geografis, Banjarmasin merupakan kota penghubung antara provinsi Kalimantan Selatan dan provinsi Kalimantan Tengah. Kedua provinsi ini dipisahkan oleh sungai barito yang membentang sepanjang kurang lebih 900 KM yang berhulu di pegunungan Schwaner dan bermuara di Laut Jawa, yang kemudian dihubungkan oleh jembatan barito yang memiliki panjang 1.082 Meter yang melintang diatas sungai barito.

 

1.Pasar Terapung Siring

Sungai merupakan bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dalam tata kota Banjarmasin. Meskipun sungai-sungai yang mengalir di Banjarmasin tidak sampai berjumlah seribu sebagaimana julukannya, namun sungai tetap menjadi bagian utama Kota Banjarmasin. Karna sungai menjadi tempat utama masyarakat Banjarmasin zaman dahulu dalam beraktivitas, terutama dalam bidang perdagangan dan transportasi.

Hingga saat ini, walaupun Kota Banjarmasin sudah termasuk kategori kota metropolitan yang memiliki lebih dari 1 juta penduduk, pemerintah kota Banjarmasin tetap mempertahankan fungsi sungai seperti dahulu kala dan diupayakan sebagai magnet penggerak perekonomian, khususnya disektor pariwisata. Hal ini terlihat dari usaha Pemerintahh Kota Banjarmasin dalam melaksanakan program Giat Pasar Terapung, yaitu program yang melaksanakan kegiatan Pasar Terapung di tengah-tengah kota Banjarmasin, tepatnya di Siring Sungai Martapura Jalan Piere Tendean setiap hari sabtu dan minggu.

Dengan adanya Pasar Terapung yang berlokasi di tengah pusat kota seperti ini, diharapkan dapat lebih mempermudah dan mendekatkan wisata Pasar Terapung dengan masyarakat Kota Banjarmasin. Karena 2 lokasi Pasar Terapung lainnya yang sudah ada sejak zaman dahulu, yaitu Pasar Terapung Kuin dan Pasar Terapung Lok Baintan lokasinya cukup jauh dari pusat kota dan harus ditempuh menggunakan perahu motor yang berlabuh mulai dari jam 5 subuh untuk mengejar momen Pasar Terapung tersebut.

Di Pasar Terapung Siring ini pengunjung disuguhkan berbagai macam jenis produk yang dijual oleh ibu-ibu pemilik sampan, mulai dari buah-buahan segar, hingga makanan-makanan khas dari Kalimantan Selatan. Selain itu pengunjung juga bisa sekaligus merasakan sebuah pengalaman unik menikmati makanan sambil bergoyang-goyang diatas dermaga yang kadang bergerak-gerak karena terkena gelombang dari perahu motor yang lalu-lalang di Aliran Sungai Martapura tersebut.

2.Patung Bekantan

Tidak jauh dari lokasi Pasar Terapung Siring, cukup berjalan kaki sekitar 200 meter, pengunjung juga bisa mengabadikan momen dengan berfoto bersama keluarga ataupun kerabat di depan Patung Bekantan setinggi kurang lebih 7 meter yang masih berlokasi di bantaran Sungai Martapura.

Bekantan sendiri merupakan maskot fauna dari provinsi Kalimantan Selatan. Bernama ilmiah Nasalis Larvatus, bekantan merupakan sejenis monyet dengan rambut berwarna pirang atau coklat kemerahan dan memiliki hidung yang cukup panjang. Karena ciri khas hidung panjangnya inilah Bekantan juga sering disebut sebagai Monyet Belanda. Selain itu Bekantan juga merupakan spesies langka berstatus terancam punah yang memiliki kemampuan berenang yang cukup baik, dan dapat menyelam ke dalam sungai dalam waktu beberapa detik.

Saat ini, habitat primata endemik Kalimantan Selatan ini cukup mengkhawatirkan dan butuh segera dikonservasi karena akibat alih fungsi lahan, kebakaran hutan, hingga perburuan liar. Tercatat pada Maret 2016 lalu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menetapkan bekantan sebagai bagian dari 25 hewan yang harus ditingkatkan populasinya.

Oleh sebab itu, untuk meningkatkan kesadaran dan kecintaan masyarakat Banjarmasin terhadap Bekantan, maka dibuatlah sebuah patung dengan posisi duduk sambil menggaruk kepala dengan tangan kanannya dan tangan kirinya memegang buah Rambai, yaitu buah khas hutan Kalimantan Selatan yang menjadi makanan favorit Bekantan.

3.Soto Banjar

Nah, jika buah rambai merupakan makanan favorit Bekantan, kali ini juga ada makanan yang menjadi favorit masyarakat Kalimantan Selatan sekaligus makanan khas suku Banjar yang wajib kalian coba jika yang berkunjung ke Kota Banjarmasin, yaitu Soto Banjar. Bisa dibilang, wisatawan yang berkunjung ke Kalimantan Selatan belum afdol kalau belum mencoba kuliner lezat dan gurih yang satu ini.

Soto Banjar terbuat dari kuah dengan bahan utama rempah-rempah seperti kayu manis, cengkeh, dan biji pala yang membuatnya mengeluarkan aroma yang harum, namun tidak menggunakan kunyit yang membuat warnanya lebih putih dan tidak kekuningan seperti kuah soto lainnya. Kemudian dihidangkan bersama dengan potongan ketupat, perkedel, suwiran dada ayam dan rebusan telur itik, ditaburi potongan daun sop, wortel, bawang goreng dan sedikit perasan jeruk nipis.

Penjual Soto Banjar biasanya menyajikannya bersama dengan sate ayam sebagai lauk tambahan. Dan untuk yang tidak terlalu suka dengan tekstur ketupat, penjual biasanya huga menyediakannya dalam bentuk nasi, atau sering juga disebut dengan Nasi Sop Banjar.

4.Kain Sasirangan

Setelah kenyang menikmati kuliner khas suku Banjar, sekarang saatnya berbelanja kain khas suku Banjar, apalagi kalau bukan Kain Sasirangan. Kain ini sangat mudah ditemukan karena tersebar hampir disetiap toko oleh-oleh, bahkan ada 1 kampung khusus dimana warganya memproduksi dan menjualnya langsung dirumah masing-masing.

Sasirangan dulunya dipakai sebagai media pengobatan, setiap warna kain yang dihasilkan dari tanaman-tanaman tertentu dipercaya memiliki makna dan tujuan untuk mengobati satu penyakit khusus. Misal, kain sasirangan warna hitam memiliki makna jika penggunanya sedang menjalani proses pengobatan untuk penyakit demam dan gatal-gatal. Namun seiring perkembangan zaman, kain sasirangan juga sudah mulai beralih fungsi, mulai dari digunakan untuk membuat pakai, hingga aksesoris-aksesoris seperti tas, dompet, dan sebagainya.

Nah, bagi yang ingin mendapatkan pengalaman yang lebih seru juga dapat berkunjung ke Kampung Banjar Sungai Jingah, yaitu sebuah kampung wisata yang berada ditepian aliran Sungai Martapura dan berjarak sekitar 2-3 km dari Pasar Terapung Siring. Di perkampungan tua ini, selain terdapat banyak rumah-rumah warga yang masih mempertahankan arsitetur zaman dahulu juga terdapat sekelompok warga yang berprofesi sebagai pembuat kain sasirangan.

 

Di kampung ini wisatawan dapat langsung melihat setiap proses demi proses pembuatan kain sasirangan mulai dari awal kain yang masih berwarna putih polos, kemudian dijahit dengan teknik tusuk jelujur mengikuti bentuk pola motif yang akan dibuat, lalu dicelup atau ditetesi dengan pewarna khusus, hingga proses penjemuran sampai menjadi sebuah kain yang siap dipasarkan ke toko-toko kain dan oleh-oleh

 

 

About admin

No Comments Found

Leave a Reply