Asian Games 2018 Destinasi

Torch Relay Asian Games 2018 Sampai Di Kota Bengkuang

KOTA PADANG

Padang menjadi gerbang utama bagi pelancong yang ingin berlibur ke Sumatra Barat. Kota ini menyimpan pesona bahari dan perbukitan yang menarik untuk di explore. Keberagaman budaya dan ragam kulinernya menjadikan kota ini ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancannegara.

Jembatan Siti Nurbaya

Pada Pelaksanaan Asian Games 2018 ini, kota yang dikenal dengan hikayat Siti Nurbaya ini akan dilalui oleh api Asian Games 2018. Hadirnya Siti Nurbaya di Kota Padang ini diangkat dari Novel legendarais karya  Marah Rusli. Seolah kisah percintaan dua sejoli antara Siti Nurbaya dan Syamsul Bahri ini hadir dan melekat dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat. Hingga  telah menjadi ikon tersendiri bagi Kota Padang dan terpatri menjadi sebuah jembatan yang bernama Jembatan Siti Nurbaya. Sejatinya jembatan ini sebagai nfrastruktur penghubung antara pusat kota dengan kawasan Seberang Padang yang berkembang menjadi destinasi yang wajib dikunjungi bila ke Kota Padang. Jembatan Siti Nurbaya ini dibangun sejak tahun 1995 membentang di atas Sungai Batang Arau sepanjang 156 m. Di atas jembatan ini dapat menyaksikan panorama alam dari segala waktu. Keindahan yang disajikan membuat siapa saja akan terkagum-kagum. Bila sore tiba ,di atas jembatan ini terdapat pedagang yang menjual kuliner khasnya berupa jagung dan pisang bakar sembari ditenami kelap kelip lampu rumah penduduk dan kota tua yang membuat syahdu.

Air Terjun Sarasah Gadut

Dari jembatan Siti Nurbaya dapat menjelajah ke arah timur Kota Padang untuk berjumpa Air Terjun Sarasah Gadut. Air terjun yang ini berada di pedalaman hutan Bukit Sarasah, Desa Koto Baru, Ulu Gadut, Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Suasannya masih asri dan terjaga. Tidak begitu banyak masyarakat yang mengunjunginya.  Dikelola oleh masyarakat setempat terdapat tiket masuk dan biaya parkir kendaraan. Menuju air terjun ini tidak sulit, akses jalan sudah ada, tapi memerlukan waktu dan berjalan kaki melewati hutan hingga perkembunan masyarakat selama lebih 40 menit. Air terjun ini termasuk yang unik di Kota Padang, karena bentuknya menyerupai tumukan kubus layaknya bangunan piramida sehnigga jika dipotret sangat ciamik dan instagrammable. Explore air terjun memang cocok bagi pencinta petualangan. Setiap langkah dan keringat yang bercucuran akan terbayarkan saat berjumpa jutaan kubik air yang jatuh dari ketinggian.

Lapek Bugih

Lapek Bugih merupakan salah satu jajanan tradisional Minangkabau yang berjenis kue. Bentuknya layaknya piramida dengan teksturnya  yang lengket dan kenyal. Dengan isian di dalamnya yang berasa manis, biasanya gula merah atau dan parutan kelapa manis yang kemudian dibalut oleh daun pisang. Jajanan ini tidak bertahan dalam satu hari karena tidak menggunakan bahan pengawet. Untuk bisa bertahan lama dapat disimpan di lemari pendingin. Gampang gampang susah mendapatkannya tapi biasanya di pasar tradisional atau swalayan kecil. Lapek bugih bukan sekedar kue tradisional biasa saja, tapi memiliki arti tersendiri dalam ritual adat dan budaya di Minangkabau, misalnya saja sebagai pelengkap makanan dalam tradisi Maanta Pabukoan saat memasuki bulan Ramadan, alek gadang nagari, pesta penikahan dan lainnya.

Tari Piring

Kekayaan budaya yang dimiliki oleh Padang menjadikan kota ini begitu riuh dengan berbagai macam atraksi musik dan tari, seperti Tari Piring yang cukup terkenal dan banyak memukau penonton. Tari piring ini khas Minangkabau yang berasal dari Solok yang lokasinya tidak jauh dari Kota Padang. Gerakan Tari Piring ini terdapat gerakan-gerakan silat khas Minangkabau. Dulunya, tari ini menjadi simbol ungkap rasa syukur masyarakat akan hasil panen. Dalam perkembangannya menjadi tarian hiburan dalam acara-acara. Momen yang ditunnggu oleh penonton ketika salah seorang penari menari di atas pecahan kaca dan kemudian memecahkan piring yang ada ditangannya.

About admin

No Comments Found

Leave a Reply