TORCH RELAY ASIAN GAMES 2018 SUDAH SAMPAI DI KOTA SERIBU TAMAN PROBOLINGGO


0
18 shares

Probolinggo merupakan salah satu daerah yang terletak di wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur yang dikelilingi oleh pegunungan Tengger, Gunung Semeru, dan Gunung Argopuro. Penduduk Probolinggo mayoritas adalah suku Jawa dan suku Madura. Suku Madura di Probolinggo bahkan lebih banyak presentase jumlahnya dibandingkan suku Jawa, Bahasa daerah Jawa dan Madura mudah dijumpai di setiap wilayah, sehingga sangat umum masyarakat Probolinggo menguasai kedua bahasa daerah ini dengan baik, walau cukup banyak yang tidak bisa berbahasa Jawa sama sekai. Kedua bahasa ini juga saling mempengaruhi sehingga memunculkan beberapa kosakata khas Probolinggo, yang masuk dalam wilayah Pendalungan (kebudayaan hasil asimilasi antara budaya Jawa dan Madura).

Probolinggo yang ada hubungannya dengan cerita kuno, yaitu jatuhnya sebuah benda bercahaya (meteor). Tempat jatuhnya benda tersebut oleh raja-raja dahulu dipilih sebagai tempat untuk mendapatkan perdamaian dan mengakhiri perselisihan. Probo dalam bahasa Sanskerta berarti sinar, sedang Lingga berarti tanda, dalam hal ini dapat juga diartikan : Tanda Perdamaian.

Dan untuk menyambut Pembukaan Asian Games 2018 Ke-18 yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang tinggal sebulan lagi, Guna menyambutnya, mari kita sukseskan pelaksanaan TORCH RELAY ASIAN GAMES 2018 dengan penuh kedamaian.

Proses penyalaan obor sudah dilakukan pada Minggu 15 Juli 2018. Sumber api kirab obor diambil dari api abadi Asian Games yang tersimpan di Stadion Nasional Dhyan Chand, New Delhi, India, yang menjadi arena pelaksanaan perdana 1951. Selanjutnya, obor akan tiba di Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah, pada 18 Juli dan memulai perjalanannya ke 53 kota yang berada di 18 provinsi. Dan Probolinggo sendiri akan kebiagian perayaan Torch Realy Asian Games 2018 pada tanggal 21 Juli 2018.

Bukan hanya untuk perayaan Asian Games, kirab obor ini juga diharapkan dapat menjadi kesempatan pemerintah pusat maupun daerah yang akan dilalui kirab obor untuk mengenalkan budaya serta tempat wisata daerah setempat kepada dunia. Melihat rute torch relay yang melintasi seluruh pulau di Nusantara, saya yakin Asian Games 2018 akan punya dampak luas untuk juga mensosialisasikan eksplorasi budaya dan pariwisata Indonesia sehingga masyarakat dunia akan tahu lebih jauh tentang negeri kita. Ini bisa berdampak positif bagi peningatan jumlah wisata mancanegara di Indonesia dan meningkatkan perekonomian rakyat.

  1. ARUNG JERAM PEKALENAN
Arung Jeram Pekalenan

Arung Jeram Pekalen Arung Jeram Pekalen terletak di Desa Ranu Gedang, kec.Tiris, 25 Km dari pusat kota Probolinggo. Jarak pengarungan dari Start-Finish kurang lebih 12 kilometer yang ditempuh selama 3,5 jam. Jumlah jeram sekitar 50 buah. Selama perjalanan peserta akan disuguhi indahnya 7 air terjun (diantaranya bernama Air Terjun Angin-angin), goa-goa kelelawar dan struktur batuan alami. Sungguh menakjubkan.

2. GILI KETAPANG

Alam Bawah Laut Gili Ketapang

Pulau Gili Ketapang Pulau Gili Ketapang berjarak 8 km dari lepas pantai utara kota Probolinggo dan berada di Selat Madura. Secara administratif, Gili Ketapang masuk dalam wilayah Kecamatan Sumberasih, Probolinggo. Untuk menuju pulau tersebut dapat ditempuh menggunakan perahu motor dari Pelabuhan Tanjung Tembaga sekitar 30 menit. Di pulau seluas 68 hektar tersebut dihuni sekitar 7.900 jiwa yang kebanyakan merupakan suku Madura. Jadi bahasa Madura menjadi bahasa sehari-hari. Pulau Gili Ketapang menawarkan Surga Bawah Laut yang Indah, ikan dan trumbu karang yang cantik bisa di jumpai di kedalaman 3 m, karena air lautnya yang berwarna biru jernih bepadu dengan pasir pantainya yang berwarna putih bersih. Ombak pantainya pun cukup tenang sehingga cukup aman bermain air ataupun berenang di sana.

3. RANU AGUNG

Danau Ranu Agung

Danau Ranu Agung Sesuai dengan namanya, danau ini terletak di desa Ranu Agung, Kecamatan Tiris, Probolingo, 40 Km dari pusat Kota Probolinggo. Dalam perjalanan menuju lokasi, wisatawan akan disuguhi dengan pemandangan perbukitan yang indah sehingga perjalanan yang panjang pun terasa tidak melelahkan. Keindahan dinding-dinding di samping ranu semakin menambah keindahan dan keelokan ranu ini. Dari lokasi ini anda juga bisa melihat keindahan Gunung Lemongan secara dekat dan anda juga bisa berkeliling danau dengan menggunakan perahu dari bambu.

4. AIR TERJUN MADAKARIPURA

Air Terjun Madakaripura

Air Terjun Madakaripura Air terjun Madakaripura merupakan salah satu destinasi dengan pemandangan dan eksotisme alam yang sangat menakjubkan. terletak di Desa Sapih, Sukapura Probolinggo, 30 Km dari Pusat Kota Probolinggo. Saking kerennya tempat satu ini, air terjun Madakaripura menjadi salah satu spot wajib banyak wisatawan lokal hingga mancanegara setelah mengunjungi Gunung Bromo. Jaraknya yang tak terlalu jauh dari Bromo, membuat banyak wisatawan memasukkan Madakaripura ke dalam salah satu destinasi wisata yang harus dikunjungi.

5. CANDI JABUNG

Candi Jabung

Candi Jabung Bukan hanya tentang wisata alamnya yang menajubkan, Probolinggo juga mempunyai wisata Cagar Budaya yaitu Candi Jabung. Candi Jabung adalah salah satu Candi Budha peninggalan kerajaan Medang Kamulan. Candi ini terletak di Desa Jabung, Kecamatan Paiton, Probolinggo. Struktur bangunan candi yang hanya dari bata merah ini mampu bertahan berdiri kokoh selama ratusan tahun.

6. MONUMEN MANGGUR

Monumen Manggur

Monumen Manggur salah satu Icon Probolinggo yang berdiri di beberapa titik Kota Probolinggo, Monumen itu sendiri di bangung untuk menunjukkan identitas jika Probolinggo sebagai Kota Mangga dan Anggur, dari berbagai jenis pohon Mangga tumbuh Subur di Probolinggo dan pada tahun 1989-an kota ini telah membudidayakan 89 varietas anggur berkualitas. Jumlah itu menjadi yang terbesar di Indonesia, tapi sekarang tersisa 37 varietas.

7. TARI KESENIAN JARAN BODHAG

Jaran Bodhag

Kesenian Jaran Bodhag Jaran Bodhag adalah kesenian tradisional yang berasal dari Probolinggo. Jaran Bodhag mulai muncul dan dikenal oleh masyarakat Probolinggo sejak zaman awal kemerdekaan. Salah satu sumber menerangkan, bahwa Jaran Bodhag merupakan kesenian turunan dari kesenian ada sebelumnya, yaitu “Jaran Kecak”, namun perbedaannya pada kesenian jaran bodhag tidak menggunakan Kuda asli, tetapi menggunakan semacam bentuk tiruan kuda dari bahan rotan dan kayu.Tampilan Jaran Bodhag terdiri dari dua orang pembawa Jaran Bodhag, serta dua orang janis/penari pengiring/pembawa Jaran Bodhag. Pemain Jaran Bodhag menggunakan pakaian yang gemerlap yang didesain sendiri oleh pemiliknya dengan segala kemampuan estetiknya dengan maksud untuk menarik perhatian penonton.

8. NASI GLEPUNGAN

Nasi Glepungan

Jika anda pegiat wisata kuliner atau hanya sekedar lapar habis mengunjuki tempat wisata yang ada di Probolinggo tidak ada salanya mencicipi Nasi Glepungan Khas Probolinggo. dalam penyajianya Nasi Glepungan ini terdapat lauk tradisional, dengan ragam olahan tradisional seperti Ikan Asin, tempe dan tahu penyet, Lalapan, Sambel pedas, dan dan yang pasti Nasi glepungan (Sari-sari jagung), semua di taruh di atas nasi dan siap untuk di santap. Itulah sekilas tentang Probolinggo yang akan dilalui Torch Realy Asian Games 2018 pada tgl 21 Juli 2018.

Ayo ke Probolinggo…!!!


Like it? Share with your friends!

0
18 shares

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

One Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals