Destinasi Explore Jawa Timur

WISATA TERBAIK DI PACITAN YANG HARUS KAMU KUNJUNGI

PACITAN

Pacitan dikenal dengan sebutan kota 1.000 goa karena memiliki banyak goa di setiap sudut kota. Kota Pacitan sendiri terletak di ujung barat provinsi Jawa Timur. Tak hanya goa, tapi kekayaan alam dari sektor pantai, hutan tropis, sungai, dan bukitnya sungguh mempesona. Hal tersebut menjadikan Kota Pacitan patut menjadi first bucketlist untuk para Explorers.

 

 

PANTAI

KARANG BOLONG

Nama Pantai Karang Bolong banyak kita temukan di beberapa kota, seperti Kota Kebumen, Cilacap, Banten, dan di Anyer. Selain di kota-kota tersebut, Pantai Karang Bolong juga ada di Kota Pacitan. Akses menuju pantai ini sama dengan akses jalan menuju Pantai Klayar, hal ini karena pantai Karang Bolong terletak tidak jauh dari Pantai Klayar. Bahkan tiket masuknya pun jadi satu dengan tiket ke Pantai Klayar, untuk menuju pantai Karang Bolong, Anda bisa menyusuri jalur Pacitan-Solo ke arah obyek wisata Goa Gong. Setelah sampai di kompleks Goa Gong, ikuti jalan utama sampai ke perempatan Kalak, lalu belok kiri ke arah Sendang dan ikuti jalan sampai terlihat papan petunjuk ke Pantai Klayar. Setelah sampai di pintu pembelian tiket Pantai Klayar, beloklah ke sebelah kanan, ikuti jalan, dan beberapa saat kemudian kita akan sampai di Pantai Karang Bolong. Saat sampai di pantai ini, bayangan tentang hamparan pasir putih yang luas harus Anda hilangkan. Pantai Karang Bolong adalah sebuah tebing yang menjorok ke laut. Bagian bawah tebing ini berlubang karena sekian lama dihantam oleh ombak laut selatan.

Pada bagian bawah tebing kita bisa langsung melihat air laut yang dalam dan berwarna hijau kebiruan. Angin yang berembus di tebing juga lumayan kencang. Tebing pada pantai Karang Bolong sangatlah curam dan tidak bisa dituruni. Jadi untuk Anda yang hobi bermain air laut, Karang Bolong bukanlah tempat yang tepat. Meskipun begitu, pemandangan alam dan panorama alami yang Anda lihat di pantai ini akan membuat Anda melupakan semua kekecewaan, jika berkunjung ke pantai ini saat musim hujan, Anda bisa melihat air terjun yang jatuh dari atas tebing menuju lautan.

Selain batuan karang berlubang, air terjun adalah salah satu daya tarik lain di pantai Karang Bolong yang eksotis. Rasa lelah saat menempuh perjalanan menuju Pantai Karang Bolong akan terbayar begitu Anda sampai di sini. Dari atas tebing Anda bisa melihat gugusan batu karang lain yang tidak kalah indah dari karang utama. Karang-karang tersebut juga berlubang karena air laut. Bahkan di bawah sebuah tebing kita akan melihat batu karang yang lubangnya berbentuk seperti sebuah gerbang menuju lautan.

Sunset atau matahari terbenam adalah momen yang paling ditunggu oleh para pengunjung pantai Karang Bolong. Dari atas tebing pantai, Anda bisa menjadi saksi tenggelamnya bulatan matahari ke dalam Samudera Hindia. Jangan lupa untuk mengabadikan momen langka ini sebagai kenang – kenangan saat anda kembali nanti.

Jika ingin menghabiskan malam di sini, Anda bisa mendirikan tenda atau bermalam di penginapan-penginapan yang ada di area Pantai Klayar. Di daerah tersebut juga terdapat banyak warung dan penjual makanan,sehingga kita tidak perlu khawatir kelaparan atau kehausan selama berada di pantai Karang Bolong.

AKSES MENUJU PANTAI KARANG BOLONG

AKOMODASI

Selain wisata alam Pacitan juga mempunyai wisat kuliner dengan makanan khasnya yaitu nasi tiwul, mungkin makanan ini cukup asing di kalangan umum, karena pada dasarnya nasi tiwul adalah makanan tradisional. nasi tiwul sendiri terbuat dari ketela pohon yang di keringkan kemudian di haluskan sampai menjadi tepung, dan pengolahannya pun cukup sederhana, ketela yang sudah di buat menjadi tepung kemudian diberi sedikit air dan di aduk sampai menjadi bulatan-bulatan kecil, setelah itu di kukus, begitulah kira-kira gambaran pengolahan nasi tiwul. Meskipun dari desa nasi ini pun tak sedikit pula yang menggemarinya apa lagi di santap dengan urap-urap dan sambal ikan laut di jamin ingin makan lagi. Selain nasi tiwul juga ada tahu tuna yang namanya sudah cukup terkenal, ketika berkunjung ke Pacitan bisa mampir di salah satu toko oleh-oleh khas Pacitan, di situ kita bisa membeli oleh-oleh khas Pacitan ini.

 

PANTAI KASAP

Pantai Kasap, adalah salah satu dari puluhan pantai yang terdapat di Kota Pacitan, banyak yang mengatakan bahwa pantai ini mirip dengan Pulau Raja Ampat yang berada di Papua karena terdapat gugusan-gugusan pulau kecil dan jika di lihat dari atas tebing Pantai Kasap, pulau-pulau ini akan terlihat menyerupai kepulauan Raja Ampat Papua. Terletak di kecamatan Pringkuku pantai ini masih satu komplek dengan Pantai Watu Karung, Pantai Seruni, pantai srau, dan Sungai Cokel.

Pantai Kasap ini memiliki garis pantai yang sempit dan melengkung, berpasir putih, terdapat bebatuan karang di sepanjang tepi pantai, dan diapit tebing di kedua sisinya, sama dengan Sungai Cokel, Pantai Kasap ini juga belum lama di buka untuk umum, dikarenakan Pantai Kasap ini bukan milik pemerintah melainkan tanah milik perorangan, berbeda dengan Pantai Watu Karung yang terkenal ombaknya yang bagus untuk melakukan kegiatan surfing, keistimewaan Pantai Kasap ini terletak pada bukit – bukit yang terdapat pada sisi kanan dan kiri pantai, dan jika kita naik ke bukit ini kita akan dimanjakan dengan pemandangan versi kecilnya Pulau Raja Ampat, selain itu, kita juga bisa bemain di pasir putih ditepian pantai maupun bermain air. Satu hal lagi yang membuat Pantai Kasap sangat spesial adalah momen di saat sore hari telah tiba. Langit jingga bergradasi sangat apik di atas lautan. Matahari yang seakan-akan tenggelam ke dalam lautan semakin menambah keindahan pemandangan dari pantai ini. Pulau-pulau kecil yang menyerupai Pulau Raja Ampat dari atas terlihat semakin memeriahkan suasana senja di Pantai Kasap, apalagi jika dinikmati dengan seseorang yang spesial.

AKSES

Pantai Kasap terletak di kecamatan Pringkuku, lokasi Pantai Kasap juga masih berdekatan dengan Pantai Watu Karung dan Sungai Cokel, aksesnya pun sama, melewati jalan beraspal dengan mengikuti petunjuk arah menuju Pantai Watu Karung, loket pembayaran belok ke kiri sedikit menyusuri Sungai Cokel.

AKOMODASI

> Administrasi masuk (loket) Rp 5.000,- per orang

WISATA SUNGAI COKEL 

 

Membahas tempat wisata di Kota Pacitan memang tidak pernah ada habisnya, kota yang terkenal dengan sebutan kota 1.000 goa ini selalu saja ada tempat indah yang tersembunyi di kota kecil nan indah ini, surga tersembunyi katanya. Tidak hanya wisata pantai dan goa saja, di Pacitan juga masih banyak terdapat wisata alam lainnya.

Sungai Cokel, baru-baru ini tempat wisata yang lagi ramai diperbincangkan di media sosial ini mampu menarik perhatian para wisatawan asing maupun domestik.  Sebelumnya adalah Sungai Maron yang sering disebut-sebut sebagai Amazonnya Pacitan di karenakan Sungai Maron Hampir menyerupai sungai Amazon di Benua Amerika.

Tak kalah indah, Sungai Cokel pun banyak didatangi para wisatawan lokal maupun luar Pacitan bahkan mancanegara. Air di sungai cokel ini sangat jernih bahkan sepanjang tahun airnya tidak  akan keruh,  Maka tak salah bila banyak yang menyebutnya sebagai Labuan Cermin-nya Pacitan.

Hal ini disebabkan air Sungai Cokel yang memang bersumber dari tanah, yang merupakan tembusan dari  Luweng Jaran di Kecamatan Pringkuku, selain di sajikan dengan airnya yang jernih dan biru serta rentetan pohon kelapa di sepanjang  sisi sungai para wisatawan pun dapat menyusuri sungai dengan menaiki perahu mesin maupun perahu dayung yang disewakan warga dan pengelola Sungai Cokel ini.

Dengan menaiki perahu kita bisa menyusuri sungai mulai dari hulu sampai ke hilir, bahkan sampai ke tengah laut berputar mengelilingi gugusan-gugusan pulau kecil Pantai Kasap. Tak hanya perahu, jika ingin yang lebih menantang kita juga dapat menyusuri sungai dengan paddle board lengkap dengan alat dayungnya, kita bisa menyusuri sungai dengan mendayung dengan posisi berdiri. Kegiatan ini akan memacu adrenalin, jika kehilangan keseimbangan badan maka kita akan terbalik, dan untuk para wisatawan yang tidak bisa berenang bisa menggunakan life jacket yang telah disediakan satu paket dengan penyewaan paddle board.

Selain melakukan kegiatan-kegiatan tersebut kita juga dapat berfoto ala adventure di Sungai Cokel ini. Sungai Cokel ini dibuka setiap hari, biasanya akan lebih ramai pada hari libur. Jalan menuju Sungai Cokel ini juga satu akses dengan Pantai Watu Karung, jadi kita tidak akan kesulitan untuk menemukan lokasinya. Kita tinggal mengikuti jalan beraspal menuju Pantai Watu Karung tak jauh dari tujuan kita dapat melihat aliran sungai yang jernih dari Sungai Cokel, dan administrasi masuknya pun satu loket dengan pantai watu karung.

 

AKSES

Sungai Cokel terletak di kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan, dari kota menuju lokasi hanya berjarak 25 km.  Untuk menuju sungai ini Anda dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, waktu perjalanan dari kota menuju lokasi sungai memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan.

AKOMODASI

> Admistrasi masuk (loket) Rp 5.000,- per orang

> Penyewaan perahu mesin Rp 17.000,- per orang dengan maksimal penumpang 3   orang

> Penyewaan paddle bord

 

 

SUNGAI MARON

Kota Pacitan Kota 1000 Goa, inilah nama populer dari kota kecil yang berada paling ujung barat Provinsi Jawa Timur ini,  memang Pacitan banyak terdapat wisata Goa, mungkin itulah sebabnya di juluki sebagai kota 1000 Goa.

Sebenarnya masih banyak sekali obyek wisata alam di pacitan ini, selain wisata goa, Berbagai wisata pantai yang mendominasi  wisata alam Pacitan, Bukit-bukit yang cukup indah untuk menikmati pemandangan  kota dari atas, dan sungai-sungai eksotisnya. Salah satu sungai yang paling diminati wisatawan saat ini dan juga disebut sungai Amazon-nya Indonesia. Sungai ini bernama Kali Maron atau Sungai Maron. Daya tarik utama bagi para wisatawan dari sungai ini adalah petualangan menyusuri  sungai yang jernih dan dalam.

Sungai Maron terletak di Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Untuk menuju Sungai ini hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan dari pusat kota. dan jika dari Goa Gong hanya berjarak sekitar 15 km. Saat menuju Sungai Maron ini  kita akan disuguhi panorama pedesaan, jalan yang berkelok dan naik turun, rumah – rumah yang masih jadul akan kita temui sepanjang perjalanan.

Sungai Maron ini adalah aliran sungai yang mengarah menuju Pantai Ngiroboyo, airnya yang jernih dan rentetan pohon kelapa maupun tumbuhan liar disepanjang sisi sungai menambah keeksotisan sungai ini. Penyusuran sungai akan memakan waktu sekitar 45 menit sampai 1 jam, untuk menyusuri sungai ini kita bisa menyewa perahu yang sudah disediakan, kebanyakan perahu yang disewakan milik penduduk setempat juga bisa menjadi pemandu saat menyusuri sungai. Sepanjang sungai kita akan disuguhi pemandangan alam yang menawan, usahakan jika berkunjung ke tempat ini pada saat musim kemarau, karena pada saat musim hujan air sungai yang aslinya berwarna tosca akan bercampur dengan lumpur dan menjadi keruh, jika beruntung kita akan berkesempatan melihat fauna asli yang berhabitat di Sungai Maron, seperti hewan-hewan kecil dan ikan kakap merah. Selain flora dan fauna, daya tarik sungai ini adalah panorama alamnya yang sejuk dan menenangkan.

Banyak juga orang menyebut tebing-tebing di pinggir Sungai Maron sebagai Grand Canyon-nya Pacitan. Perjalanan menyusuri sungai ini akan berakhir di muara sungai yaitu Pantai Ngiro Boyo. Sungai Maron ini termasuk obyek wisata baru di kabupaten Pacitan, lokasi Sungai Maron ini pun berdekatan dengan Pantai Klayar dan Karang Bolong jaraknya hanya sekita 7 km dari Sungai Maron. Untuk saat ini sugai maron sudah di bangun beberapa fasilitas umum, seperti kamar mandi mushola dan tempat untuk beristirahat. Berbeda dengan yang dulu, sekarang sudah banyak warung-warung penjual makanan, jadi tidak perlu khawatir jika berkunjung ke Sungai Maron tidak membawa bekal makanan.

AKSES

Jarak Sungai Maron dari Kota Pacitan sekitar 25 km atau sekitar 1 jam perjalanan, kita bisa menempuh perjalanan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, untuk saat ini jalan menuju Sungai Maron sudah diperbaiki, jadi tidak perlu khawatir untuk akses yang sulit.

AKOMODASI

> Administrasi masuk (pembayaran loket masuk) Rp 3.000,- per orang

> Sewa perahu Rp 100.000,- per unit

 

 

Teks / Foto Oleh Explore Indonesia Team

@Chandrazdhb

 

 

 

 

 

Comments

comments

No Comments Found

Leave a Reply

Skip to toolbar